Sekilas Tentang Southampton FC



Southampton F.C ialah club sepakbola perkumpulan karieronal yang berbasiskan di Southampton, Hampshire, Inggris, yang bermain di Liga Premier, tingkat paling atas sepakbola Inggris.

Rumah mereka semenjak tahun 2001 ialah St Mary's Fase, yang awalnya berada di The Dell. Club ini sudah dipanggil "The Saints" semenjak dibangun di tahun 1885 sebab sejarahnya untuk team sepak bola gereja, yang dibangun untuk Gereja St Mary's of British Young Association Association, serta bermain dengan baju merah putih.

Southampton mempunyai kompetisi lama dengan Portsmouth, beberapa sebab hubungan geografis serta riwayat maritim semasing kota. Laga di antara ke-2 club diketahui untuk derby Pantai Selatan.

Southampton ialah anggota pendiri Liga Premier pada 1992-93, tapi habiskan sejumlah besar dari sepuluh musim selanjutnya berusaha menantang kemunduran. Pada 1995-96, Southampton finish di posisi 17 dengan 38 point liga, hindari kemunduran sebab beda gol. Dua kemenangan penting semasa minggu-minggu paling akhir musim lakukan beberapa hal untuk pastikan jika Saints serta bukan Manchester City akan capai keberlangsungan Liga Premier. Pertama tiba kemenangan kandang 3-1 atas juara ganda pada akhirnya Manchester United, selanjutnya tiba kemenangan tandang 1-0 atas Bolton Wanderers yang terdegradasi. Bekas manager Liverpool serta Rangers Graeme Souness, dibawa masuk, dengan mengambil pemain asing seperti Egil Østenstad serta Eyal Berkovic. Pucuk musim ialah kemenangan 6–3 atas Manchester United di The Dell pada Oktober, saat ke-2 pemainnya cetak 2 gol. Tetapi, dia harus bermasalah dengan kritikan atas musibah Ali Ia. Ia memundurkan diri sesudah cuma satu musim yang bertanggungjawab, diganti oleh Dave Jones yang sudah memenangi promo ke Seksi Satu dengan Stokport County dan capai semi-final Piala Liga.

Pada 1998-1999, mereka terdiam di fundamen klassemen untuk sejumlah besar paruh pertama musim, tapi satu kali lagi hindari kemunduran di hari paling akhir musim sesudah hasil akhir yang baik, dibantu oleh interferensi Latvia Parian Maria serta pahlawan lama Le Tissier (Yang disebutkan "Great Escape"). Di tahun 1999, Southampton dikasih lampu hijau untuk membuat stadion baru memiliki 32.000 bangku di ruang kota St Mary, yang sudah bermain di Dell semenjak 1898. Stadion ini sudah diubah ke pola all-seater awalnya di dasawarsa, tapi mempunyai kemampuan kurang dari 16.000 serta tidak pas untuk ekspansi selanjutnya.

Semasa musim 1999-2000, Dave Jones stop untuk manager Southampton untuk fokus pada masalah pengadilan sesudah dia didakwa menganiaya beberapa anak di dalam rumah beberapa anak tempat dia kerja semasa tahun 1980-an. Dakwaan itu selanjutnya dapat dibuktikan tidak berdasarkan, tapi telah telat untuk selamatkan karier Jones untuk manager Southampton serta dia diganti oleh bekas manager Inggris Glenn Hoddle. Hoddle menolong jaga Southampton jauh dari zone kemunduran Liga Premier tapi sesudah terima penawaran dia geser ke Tottenham Hotspur sekejap sebelum akhir musim 2000-01. Ia diganti oleh pelatih team penting Stuart Gray, yang memantau relokasi ke Stadion St Mary untuk musim 2001-02. Di akhir musim 2000-01, dalam laga bersaing paling akhir di The Dell, Matthew Le Tissier tiba telat untuk cetak gol liga paling akhir di stadion lama dengan 1/2 voli pada gilirannya dalam kemenangan 3-2 menantang Gudang senjata. Gray dikeluarkan sesudah awal yang jelek pada musim selanjutnya, serta dia diganti oleh bekas manager Coventry City Gordon Strachan, yang bawa Southampton ke tempat aman serta finis di rangking ke-11 yang aman.

Di tahun 2002–03, Southampton finish di posisi ke-8 di liga serta jadi runner-up di Piala FA ke Arsenal (sesudah kalah 1-0 di Stadion Millennium), terima kasih sedikit juga pada metamorfosis James Beattie, yang mengeluarkan tuan-rumah 24 gol, 23 di liga. Strachan memundurkan diri pada Maret 2004 serta dalam delapan bulan, dua manager - Paul Sturrock serta Steve Wigley - sudah tiba serta pergi. Ketua Rupert Lowe mempertaruhkan kemarahan fans Saints saat ia menunjuk Harry Redknapp untuk manager pada 8 Desember 2004, pas sesudah pemunduran dianya di lawan Pantai Selatan, Portsmouth. [7] Ia bawa beberapa pemain baru, termasuk juga putranya Jamie dalam usaha untuk selamat dari kemunduran. Southampton terdegradasi dari Liga Premier di hari paling akhir musim, akhiri 27 musim beruntun sepakbola papan atas untuk club. Kemunduran mereka dengan cara tragis dilakukan konfirmasi oleh kekalahan 2-1 dari Manchester United di kandang, yang sudah terima banyak kekesalan oleh Southampton sepanjang tahun, yakni di final Piala FA 1976 serta semenjak itu pada beberapa peluang di liga , dan memunculkan kekalahan berat pada mereka dalam laga Piala Liga November 1986 yang membuat manager United, Ron Atkinson, jadi pekerjaanya.

Lowe serta Southampton terus jadi kabar penting sesudah bekas pelatih juara Piala Dunia Inggris Sir Clive Woodward masuk dengan club — pada akhirnya dipilih untuk direktur tehnis pada Juni 2005.

Comments

Popular posts from this blog

. Climate mitigation strategies are available

Why the placement of trees is important

Antarctica is not immune