Kembali Ke Premier League (2012- Sekarang)



Southampton kembali pada Liga Premier untuk musim 2012-13 awalannya di bawah Nigel Adkins. Sebagian besar dihabiskan untuk menguatkan tim bermain, tapi diawalnya musim, Adkins diganti oleh pelatih Argentina Mauricio Pochettino. [22] [23] Southampton mengakhiri musim dalam tempat ke-14, serta musim selanjutnya di tempat ke-8.

Di akhir musim 2013-14, Pochettino pergi dari club ke Tottenham. Club selanjutnya menunjuk Ronald Koeman untuk substitusinya dengan kontrak 3 tahun, serta lakukan beberapa pemasaran besar semasa musim panas. [24] [25] [26] [27] [28] Dalam laga paling akhir musim 2014-15, kemenangan 6-1 menantang Aston Villa, Sadio Mané cetak 3 gol dalam tempo 176 detik, hat-trick paling cepat dalam riwayat Liga Premier. [29] Club ini ada di posisi ke-7, selanjutnya rangking paling tinggi Liga Premier mereka, [30] [31] [31] karenanya maju ke Liga Eropa UEFA 2015-16. [32] Sesudah menaklukkan Vitesse, beberapa Orang Suci tersisih di play-off oleh Midtjylland. [33] Musim selanjutnya, Southampton satu kali lagi cetak rekor baru untuk club diakhir musim, usai di tempat ke enam. Mereka satu kali lagi maju ke Liga Eropa, walau kesempatan ini selekasnya masuk set group, untuk musuh dari set play-off.

Pada Juni 2016, Koeman tinggalkan Southampton untuk masuk dengan Everton serta Claude Puel menggantinya dengan kontrak 3 tahun. Club tersisih di set penyisihan group Liga Eropa tapi semakin sukses di Piala EFL, dimana mereka kalah 3-2 di final ke Manchester United. Club akhiri musim 2016-17 di tempat ke-8. Semasa musim panas, Puel diganti untuk manager oleh pelatih Argentina Mauricio Pellegrino, awalnya dari Deportivo Alavés. Pada tengah musim, club jual bek Belanda Virgil van Dijk ke Liverpool pada harga seputar £ 75 juta, rekor pemasaran Southampton serta rekor dunia untuk tempatnya. [34] Pellegrino dikeluarkan pada Maret 2018 dengan team 1 point di atas zone kemunduran, [35] [36] serta substitusinya, Mark Hughes, menuntun club untuk finis di posisi 17, hindari kemunduran di hari paling akhir musim. [ 37] [38] [39] Hughes tanda-tangani kontrak baru diakhir musim tapi awal yang jelek untuk musim selanjutnya membuat dikeluarkan pada Desember 2018 dengan team dalam tempat ke-18. [40] Dia diganti oleh bekas bos RB Leipzig Ralph Hasenhüttl, yang menghindari club dari kemunduran sampai finis di posisi ke-16. 

Pada bulan Agustus 2017, Southampton Football Klub sudah mengkonfirmasikan jika pebisnis Cina Gao Jisheng sudah mengakhiri pengambilalihan club berharga juta-an pound, mendapatkan 80% saham untuk seputar £ 210 juta sesudah sukses melalui kontrol yang berkaitan, termasuk juga eksperimen pemilik serta direksi Liga Premier. Persetujuan itu akhiri lebih dari pada 12 bulan perbincangan di antara keluarga Gao serta club pantai selatan. Investasi ini dibikin dengan cara pribadi oleh Gao serta putrinya Nelly untuk musuh dari sangsi lewat Lander Sports, sama seperti yang awalannya diperdebatkan. Lander yang berbasiskan di Hangzhou ialah unit usaha keluarga, yang meningkatkan, membuat, serta mengurus situs olahraga.

Southampton menanggung derita kekalahan terjelek mereka pada 25 Oktober 2019, kalah 9-0 dari Leicester City di kandang. Itu berkaitan dengan kekalahan Ipswich Town oleh Manchester United pada 1995 untuk kekalahan paling besar semenjak awal Liga Premier. [43] Ikuti reaksi universal pada performa team, beberapa pemain serta staf pelatih menampik gaji mereka dari laga serta sebaliknya memberi sumbangan mereka ke Yayasan Saints. [44] Pada 9 April 2020, Southampton jadi club Liga Premier pertama yang tunda upah pemain [45], semasa epidemi COVID-19. Southampton mengatakan jika manager Ralph Hasenhüttl tanda-tangani ekstensi kontrak empat tahun pada 2 Juni 2020, membuat masih di club sampai 2024.

Popular posts from this blog

. Climate mitigation strategies are available

Why the placement of trees is important

Antarctica is not immune